03
Jun
10

Regulasi dan Homeostasis dalam Tubuh


Regulasi dan Homeostasis dalam Tubuh

Fokus ajian:

Bagaimana tubuh melakukan regulasi kadar CO2 dan O2 dalam darah serta suhu tubuh?

Tujuan:

  1. Mahasiswa dapat menyebutkan contoh regulasi dalam tubuh manusia.
  2. Mahasiswa dapat menjelaskan mekanisme regulasi dalam rangka homeostasis dalam tubuh manusia.

Dasar Teori.

Sel-sel tubuh hewan multiseluler hanya dapat hidup dan berfungsi dengan baik bila mereka dinasahi dengan cairan ekstraseluler yang sesuai untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Ini berarti bahwa komposisi kimiawi dan keadaan fisik darilingkungan internal harus konstan, dan hanya boleh menyimpang dalam batas-batas sempit saja. Jadi apabila sel-sel mengambil zat-zat makanan dan oksigen dari lingkungan internalnya, maka zat-zat esensial tersebut harus secara konstan ditambahkan agar kelangsungan hidup sel-sel terjamin. Demikian pul zat-zat sampah harus secara kontinyu dipindah dari lingkungan internal, sehingga tidak sampai mencapai tingkat yangbersofat racin. Zat-zat lain didalam lingkingan internal yang penting untuk pemeliharaan kehidupan juga harus dipertahankan relatif konstan. Pemeliharaan lingungan internal relatif konstan ini disebut homostasis (homeo = sama; statis = tetap/mantap).

Setiap sel memerlukan homeostasis untuk emmpertahankan kelangsungan hidupnya, pada giliranya, setiap sel melalui aktuvitas yang khisus sebagai bagian dari sistem tubuh menyumbang terhadap pemeliharaan lingkungan internal bersama dengan semua sel yang lain.

Meskipun lingkungan internal harus dijaga relatif stabil, namun tidak berarti bahwa tidak ada perubahan komposisi, temperatur dan faktor-faktor yang lain. Faktor-faktor eksternal dan internal secara terus menerusmengancam dan mengganggu homeostasis. Misalnya pengaruh temperatur dingin  lingkungan cenderung menurunkan temperatur internal tubuh. Demikian pula penambahan CO2 kedalam lingkungan internal cenderung meningkatkan konsentrasi gas tersebut di dalam tubuh. Untungnya di dalam tubuh sudah dilengkapi dengan suatu mekanisme dimana bila suatu faktor mulai merubah lingkungan internal menjauhi kondisi optimalnya, maka reaksi balik yang tepatakan dilakukan untuk memperbaiki kondisi internal tersebut. Misalnya suhu tubuh mulai turun pada hai yng dingin, maka tubuh akan menggigil, yang secara internal menghasilkan panas untuk memperbaiki suhu tubuh ke arah normal. Hanya yang sama, peningkatan kadar CO2 di dalam lingkungan internal, akan memicu peningkatan aktivitas pernfasan. Kelebihan CO2 dihembuskanke lingkungan eksternal untuk mengembalikan konsentrasi CO2 dalam cairan ekstraseluler ke arah normal. Jadi homeostasis harus dipandang sebagai keadaan konstan yang dinamis, dimana suatu perubahan yang terjadi diusahakan dikurangi dengan respon fisiologi pengganti. Fluktasi kecil sekitar tingkat optimal untuk setiap faktor dalam lingkungan internal secara normal dijaga dalam batas yang sempit dengan kehidupan, oleh mekanisme-mekanisme regulasi. Berbagai aktivitas sistem harus diregulasikan (diatur) dqan dikoordinasi untuk memlihara keadaan yang relatif stabil dalam lingkungan dalam lingkungan internal melawan perubahan yang terus menerus mengancam dan mengganggu kondisi optimal yang esensial yang menunjang kehidupan. Selanjutnya beberapa perubahan pada faktor yang diregulasi yang terjadi selama olahraga misalnya, dianggap normal di bawah kondisi tersebut, namun akan menjadi abnormal apabila perubahan-perubahan tadi terjadi pada orang yang sedang istirahat.

Di antara faktor-fasktor lingkungan internal yang harus dijaga secara homeostatik adalah:

  1. Kondisi molekul-molekul makanan.

Sel-sel memerlukan pasok zat makanan yang konstan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk menghasilkan energi metabolik yang diperlukan guna menunjang kehidupan dan aktivitas seliler yang khusus.

  1. Konsentrasi O2 dan CO2.

Sel memerlukan O2 untuk keperluan oksidasi molekul-molekul zat makanan guna menghasilkan energi yang digunakan oleh sel. sedangkanCO2 yang diproduksi selama reaksi kimia tersebut harus diimbangi dengan pengeluaran CO2 dari paru-paru, sehingga pembentukan asam dari CO2 tidak meningkatkan keasaman lingkungan eksternal..

  1. Konsentrasi zat sampah.

Berbagai reaksi kimia menghasilkan produk akhir yang tidak dikehendaki dan memiliki efek racum pada sel-sel tubuh bila zat sampah tersebut teraakumulasi sampai diatas batas tertentu.

  1. pH.

Perubahan keasaman dalam lingkungan internal akan mempengaruhi aktivitas sel, misalnya mempengaruhi mekanisme sinyal listerik pada sel saraf dan aktivitas enzim dari semua sel.

  1. Konsentrasi garam dan elektrolit yang lain.

Konsentrasi garam-garam dalam lingkungan internal sangat penting untuk memelihara volume sel secara tepat. Sel-sel tidak berfungsi secara normal bila sel menggelembungkan atau mengkerut. Elektrolit yanglain menampilkan bermacam-macam fungsi vital. Misalnya, denyut jantung yang teratur tergantung pada konsentrasi kalium (K+) dalam cairan ekstraseluler.

  1. Suhu.

Sel-sel tubuh akan berfungsi secara optimal di dalam rentangan suhu yang sempit. Fungsi sel sangat menurun bila berada dalam lingkungan yang sangat dingin, dan emnjadi rusak (struktur protein dan enzimatiknya) apabila berada dalam lingkungan yang sangat panas.

  1. Volume dan tekanan.

Sirkulasi komponen lingkungan internal, yaitu plasma darah, harus  dijaga pada volume dan tekanan darah yang pasti, untuk menjamin distribusinya yang luas antara lingkungan internal dan sel.

Untuk menjaga homeostasis diperlukan aktivitas berbagai sitem tubuh.  Terdapat 11 sistem tubuh utama yang menyumbang homeostasis:

  1. Sistem rangka, menunjang dan melindungi jaringan dan organ-organ yang lemah, serta berfungsi sebagai persediaan kalsium (Ca++), suatu elektrolit yang dalam plasma harus dijaga dalam jumalh yang terbatas. Bersama dengan sistem otot, sistem rangka juga memungkinkan gerakan tubuh dan bagian-bagiannya.
  2. Sitem otot, menggerakan tulang-tulang tempat melekatnya. Dari pandangan homeostasis secara murni, sistem ini memungkinkan suatu individu bergerak ke arah makanan atau menjauhi bahaya. Selanjutnya panas yang ditimbulkan oleh otot rangka sangat penting bagi regulasi suhu. Sebagai tambahan, karena otot rangka dibawah kotrol kesadaran, memungkinkan seseorang menggunakanya untuk melakukan geraka lsin yang tidak langsung kearah pemeliharaan homeostasis.
  3. Sistem saraf, adalah salah satu dari dua sistem kontrol tubuh yang utama. Secara umum sistem saraf mengontrol dan mengkoordinir aktivitas tubuh yang memerlikan respon yang  cepat. Sistem ini secara khusus pentig dalam maendeteksi dam memberikan reaksi kepada perubahan-perubahan dalam lingkungan ekstetrnal. Selanjutnya, sistem ini bertanggung jawab pada fungsi-fungsi yang lebih tinggiyang tidak seluruhnya langsing di bawah pemeliharaan homeostasis, seperti kesadaran, memori (ingatan), dam kreativitas.
  4. Sistem endokrin, adalah sistem kontrol utama yang lain. Secara umum, hormon yang disekresikan meregulasi aktivitas tubuh yang lambat, sistem ni khususnya penting dalam mengontril konsentrasi nutrien dan pengaturan fungsi ginjal, mengontrol volume dan komposisi elektrolit lingkungan internal.
  5. Sistem sirkulasi, adalah sistem transpor yang membawa berbagai zat seperti; zat makanan, O2, CO2, zat sampah, elektrolit, dan hormon dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.
  6. Sistem kekebalan, sebagai pertahanan melawan “ penyusup” asing dan sel-sel tubuh yang telah menjadi kangker. Sistem ini juga membuka jalan untuk memperbaiki atau mengganti sel-sel yang luka atau usang.
  7. Sistem respirasi, mengambil O2 dari ligkungan eksternal dan mengeluarkan CO2 ke lingkungan eksternal. Dengan mengatur kecepatan  pemindahan CO2 sebagai pembentuk asam (H2CO3), maka sistem respirasi juga penting dalam pemeliharaan pH yang tepat dalam lingkungan internal.
  8. Sistem pencernan, mencerna makann yang kita makan menjadi molrkul zat makann yang siap diabsorbsi ke dalam plasma untuk didistribusikan ke sel-sl tubuh. Sistem ini juga mentransfer air dan elektrolit dari lingkungan eksternal ke dalam lingkungan internal.
  9. Sistem integumen, berfungsi sebagai pelindung luar untuk melindingi kehilngan cairan internal dari tabuh dan masuknya microorganisme asing ke dalam tubuh. Sistem ini juga pnting dalam meregulasi suhu tubuh. Jimlah panas yang hilang dari permukaan tubuh ke lingkungan luar dapat diatur dengan mengontrol produksi keringat dan dengan meregulasi aliran darah dan dengan meregulasi aliran darah yang membawa panas ke kulit.
  10. Sistem urinaria, mengeluarkan zar sampah selain CO2 dam memegang peranan penting  dalam meregulasi volume, komposisi elektrolit, dan keasaman cairan ekstraseluler.
  11. Sistem reproduksi, pada dasarnya tidak esensial untuk homeostasis dan dengan demikian tidak esensial untuk kelangsungan hidup individu. Sistem reproduksi esensial untuk pelestarian spesies.

Untuk menjaga homeostasis, tubuh harus mampu mendeteksi faktor-faktorpenyimpangan dalam lingkungan internal yang perlu diatasi dengan cepat, dan harus mampu mengontrol berbagai sistem tubuh yang bertanggung jawab untuk mengatur fakktor-faktor tersebut. Misalnya untuk memelihara konsentasi CO2 dalam cairan ekstraseluler pada harga yang optimal, harus ada cara mendeteksi perubahan konsentrasi CO2 dan kemudian merubah secara tepat aktivitas respirasi, sehingga konsentrasi CO2 kembali ke tigkat yang diinginkan.

Terdapat dua kategori umum dari sistem kontrol yang bekerja memelihara homeostasis, yaitu kontrol insintrik dan eksentrik. Kontrol insintrik (insintrik berarti “dalam”) adalah kontrol yang menyatu atau inhern pada suatu organ. Misalnya, otot yang aktif dengan cepat memerlukan O2dam menghasilkan CO2 serta energi untuk menunjangaktivitas kontraktilnya. Aktivitas otot tersebut cenderung menurunkan konsentrasi O2 dan meningkatkan konsentrasi CO2 di dalam otot. Keadaan tertsebut akan mempengaruhi secara langsung pada otot polos dinding pembuluh darah yang memasok O2 kepada otot. Selanjutnya perubahan zat kimia (CO2 dan O2) menyebabkan otot polos relaks dan pembuluh melebar menyebabkn peningkatan aliran darah kedaerah otot yang aktiv tadi. Mekanisme setempat (lokal) tersebut menyumbang pemeliharaan tingkat optimal O2 dan CO2 dalam lingkungan cairan internal di sekitar sel-sel otot yang aktif tadi.

Kebanyakn faktor dalam lingkungan internal dipelihara oleh kontrol eksentrik (eksentrik berarti “luar”), yaitu mekanisme regulasi yang berad di luar suatu organ yang mengatur aktivitas organ tersebut. Kontrol eksenntrik berbagai organ dan sistem dilaksanakan denga baik oleh sitem saraf dfan sisten endokrin, yaitu dua sistem kontrol utama dalam tubuh. Kontrol ekstrinsik memungkinkan regulasi yang terkoordinasi dari beberapa organ ke arah tujuan umum, tidak seperti kontrol ontrinsik yang melayani sendiri satu organ diman gangguanitu terjadi. Mekanisme regulasi yang terkoordinasi adalah penting untuk memelihara keadaan konstan yang dinamis dalam lingkungan internal sebagai keseluruhan. Misalnya, untuk memperbaiki tekanan darah ke arah tingkat yang tepat apabila tekanan tadi turun sangat rendah, maka sistem saraf secara serentak mempengaruhi jantung dan pembuluh darah di seluruh tubuh untuk menghasilkan tekanan darah yang normal.

Mekanisme kontrol homeostasis berlangsung dengan prinsip umpan balik negatif (negative feedback). Umpan balik negatif timbul bila suatu perubahan dalam suatu variabel yang diregilasi memicu suatu respon yang melawan perubahan itu, yaitu membawa variabel kearah yang berlawanan dengan perubahan mula-mula. Suatu analogi yang umum dari umpan balik negatif adalah termostatis yang mengatur alat pemanas. Suhu kamar diatur oleh aktifitas suatu alat pemanas, yaitu suatu sumber panas yang dapat hidup (menyala) dan dapat mati (padam). Bila termostat yang sensitif terhadap suhu  mendeteksi bahwa suhu kamar turun dibaaaawah suhu yang di tentukan, maka termostat akan mengaktifkanpemanas dengan memproduksi panas untukmeningkatkan suhu kamar. Begitu suhu kamar mencapai titik yang di tentukan, termostat dam pemanas akan mati. Jadi di sini panas yang dihasilkan oleh alat pemanas melawan atau “mengurangi” penurunan suhu semula.

Suatu sistem umpan balik negaaaaatif homeostasis berlangsung dengan cara yang sama untuk menjaga faktor yang terkontrol dalam suatu keadaan stabil yang relatif. Misalnya, bila sel-sel saraf yang memonitor tekann darah mendeteksi suatu penurunan tekanan darah di bawah tingkat yang membahayakan, maka sistem saraf akan mengatur serangkaian perubahan yang berlaawanan arah didalam sistem sirkulasi untuk meningkatkan tekanan darah ke tingkat yang semestinya. Pada saat tekanan darah meningkat sampai pada titk normal, maka masukan stimulus ke jantung dan pembuluh darah dari sel-sel reseptor tekanan darah (baroreseptor) akan berhenti. Hasilnya, bahwa tekanan darah tidak terus meningkat sampai tingkat yang membahayakan. Kejadian sebaliknya akan terjadi apabila tekanan darah meningkat diatas titk normal.

Karena umpan balikpositif memindahkan variabel yang terkontrol bahkan menjauhi dari keadaan stabil, maka kejadian semacam ini jarang terjadi di dalam tubuh yang bbbbertujuan utama menjaga keadaan stabil, yaitu konddisi homeostasis. Contoh kejadian umpan baalik positif adalah produksi hormon oksotosin untuk kontraksi uterus selama melahirkan. Hormon oksitosin mempengaruhi kontraksi otot uterus. Selama uterus berkontraksi untuk mendorong bayi kearah serviks, suatu urutan kejadian dipicu untuk membebaskan semakin banyak oksitosin, yang menyebabkan uterus berkontraksi lebih kuat. Kontraksi uterus ini akan memicu pembebasan lebih banyak hormon oksitosin, dan seterusnya. Siklus umpan balik positif ini tidak akan berhenti sampai bayi lahir.

Bila satu sistem tubuh atau lebih gagal berfungsi dengan baik, maka homeostasis akan terganggu dan semua sel akanmenderita sebab sel-sel tidak lagi berada dalam lingkungan yang optimal untuk hidup dan berfungsi. Bila gangguan homeostasis menjadi semkin hebat sehingga tidk lagi sesuai untuk kelangsungan hidup, maka hasilnya tubuhmenjadi sakit dan apabila tidak diobati dapat menyebabkan kematian. Beberapa contoh penyakit akibat gangguan homeostasis adalah tekanan daraah tinggi, sakit gula, asam urat, anemia, dehidrasi, dan sebagainya.

Bentuk Kegiatan:

  • Percobaan, observasi dandiskusi.
  • Mendisain dan melakukan eksperimen.
  • Menganalisis data dan menyimpulkan hasil eksperimen.
  • Menyusun laporan hasil dan mengkomunikasikannya.

Objek Kajian:

  1. Regulasi suhu tubuh manusia.

-          Bagaimana mekanisme dalam tubuh manusia untuk mempertahankan suhu tubuhnya?

  1. Regulasi kadarr O2 dan CO2 darah manusia.

-          Bagaimana mekanisme dalam tubuh manusia untuk mempertahankan suhu tubuhnya?

Alat dan Bahan Percobaan:

  1. Termometer badan
  2. Stop watch
  3. Counter (masing-massing 2 atau 4 buah per kelompok)

Prosedur Kerja:

  1. Menentukan 4orang anggota kelompok praktikumuntuk berperan sebagai “obyek percobaan” (2 pria dan 2 wanita).
  2. Mengukur suhu tubuh obyek percobaan ini (dalam mulut atau ketiak) sebagai suhu awal.
  3. Mengukur frekuensi nadinya (daerah leher depan, daerah pergelangantangan bagian depan, dsb) sebagai frekuensi nadi awal.
  4. Mengukur frekuensi respirasinya (inspirasi atau ekspirasinya) per menit.
  5. Mengamati ada tidaknya keringat pada permukaan tubuh (menyatakan dengan sedikit, banyak, atau tidak ada).
  6. Menyuruh 1 pria dan 1 wanita untuk melakukan aktivitas ringan, misalnya jlan di tempat selama 10 menit.
  7. Mengukur suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi respirasi, dan keringatpada keempat obyek percobaan. Bisa melakukanya dengan pengulangan sampai 2 atau 3 kali. Mengambil data suhu tubuh, frekuensi nadi, dan keringat ini sebagai data kedua.
  8. Mengulangi percobaan diatas untuk aktivitas yang lebih berat (misalnyalari di tempat, naik-turun tangga gedung, lari-lari di ruangan,dsb). Data-data hasil pengukuran atau pengukuran atau pengamatan setelah aktivitas ini sebagai data ketiga.
  9. Meminta data dari kelompok lain, minimal 3 kelompok lain.
  10. Membuat tabulasi data mengenai suhu tubuh, frekuensi nadi, dsb. Tersebut untuk data pertama, kedua, dan ketiga. Mengorganisasikan data sehingga tampak perbandingan data dari pria dan wanita.
  11. Melakukan perbandingan atas data-data tersebut.
  12. Mendiskusikan dengan kelompok untuk menjelaskan fenomena-fenomena ini.
  13. Membuat simpulan dari kegiatan ini.

Tabel pengamatan.

Data hasil percobaan.

nama Suhu oC Frek. nadi Frek. respirasi Intensitas keringat
awal akhir awal akhir awal akhir awal akhir
Linta 35,9 36,2 84 106 27 36 Tdk ada Sedikit
Faisal 36 36,8 81 146 29 42 Tdk ada Banyak
Rini 37,1 38 79 96 29 45 Tdk ada Sedikit
Dita 34,9 35 72 79 26 31 Tdk ada Sedikit
Feri 37 38 88 125 28 50 sedikit Banyak
Desti 35 35,2 91 120 26 35 Tdk ada Sedikit
Rindi 35 36 74 95 27 43 Tdk ada Banyak
Lisa 35,9 36,3 71 94 34 49 Tdk ada sedikit

Data range atau interval tiap komponen.

nama Suhu oC Frek. nadi Frek. pernapasan
Linta 0,3 22 9
Faisal 0,8 64 13
Rini 0,9 17 16
Dita 0,1 6 5
Feri 1,0 37 22
Desti 0,2 29 9
Rindi 1,0 21 16
Lisa 0,4 23 15
jumlah 4,7 219 105

Penghitungan rata-rata keseluruhan :

  • Suhu = oC
  • Frek. nadi =
  • Frek. pernapasan  =

Penghitungan rata-rata pria:

  • Suhu = oC
  • Frek. Nadi =
  • Frek pernapasan =

Penghitungan rata-rata wanita:

  • Suhu = oC
  • Frek nadi =
  • Frek. Pernapasan =

Pembahasan.

Pada praktikum kali ini bertujuan untuk mengetahui contohregulasi pada tubuh manusia dan menjelaskan mekanisme regulasi dalam rangka homeostasisdalam tubuh manusia. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan yaitu melakukan percobaan, mendisain eksperimen, menganalisis data yang di dapat, menyimpulkan eksperimen tersebut serta mengkomunikasikan hasil ekssperimen tersebut. Adapun alat-alat yang digunakan adalah: termometer badan, stop watch, dan penghitung detak jantung. Bahan pada praktikum kali ini yaitu manusia sebagai objek percobaan.

Cara kerja pada praktikum kali ini yaitu yang pertama adalah menentukan objek percobaan  yaiu putra dan putri. Selanjutnya mengukur suhu tubuh, frekuensi nadi dan frekuensi respirasinya pada masing-masing objek. Hal ini dilakukan sebelum melakukan kegiatan, dan data ini digunakan sebagai data awal, dan tidak lupa pula memperhatikan ada tidaknya keringat pada tubuhnya. Pada penentuan intensitas keringat ini dapat dinyatakan dengan keterangan sedikit, banyak atau tidak ada. Apabila semua langkah-langkahdi atas telah dilakukan, maka menginjak pada tahap selanjutnya yaitu uji aktifitivitas, yaitu dengan melakukan bermacam-macam aktifitas mulai dari aktifitas ringan sampai berat. Mengikur kembali suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi nadinya dan tidak lupa memperhatikan ada tidaknya keringat pada tubuhnya. Setelah semuanya selesai, mencatat data-data yang di dapat dan memasukan kedalam tabel pengamatan.

Pada prosedur kerja di atas akan didapat tiga data, yaitu saat tidak melakukan aktifitas, saat melakukan aktifitas rigan, dan pada saat melakukan aktifitas berat. Namun, karena percobaan ini dilakukan dilaboratorium, maka secara tidak langsung sampel uji telah melakukan kegiatan aktifitas ringan. Sehingga data yang didapat yaitu hanya pada saat awal sebelum aktifitas berat dan setelah melakukan akktifitas berat. Aktifitas yang dilakukan pada percobaan kali ini yaitu lari mengelilingi halaman laboratorium  biologo selama kurang lebih 2 menit. Memang idealnya untuk mendapatkan data sebelum aktifitas harus didapat pada saat sebelum melakukan aktifitas apapun, misalnya setelah bangun tidur. Pada percobaan kali ini data diambil dengan cara sebelum aktifitas berat dan sesudah aktifitas berat seperti yang tercantum di atas tadi.

Dari percobaan yang dilakukan didapat hasil yang tercantum pada tabel pengamatan dan penghitungan. Pada objek pertama yaitu Linta suhu awalnya adalah 35,9 oC dan suhu akhirnya adalah 36,2oC, frekuensi nadi awal yaitu 84 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 106 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 27 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 36 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi ada keringat tetapi sedikit. Pada objek kedua yaitu Faisal suhu awalnya adalah 36 oC dan suhu akhirnya adalah 36,8oC, frekuensi nadi awal yaitu 82 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 146 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 29 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 42 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi  keringat banyak. Pada objek ketiga yaitu Rini suhu awalnya adalah 37,1 oC dan suhu akhirnya adalah 38oC, frekuensi nadi awal yaitu 79 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 96 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 29 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 45 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi ada keringat tetapi sedikit. . Pada objek keempat yaitu Dita suhu awalnya adalah 34,9 oC dan suhu akhirnya adalah 35oC, frekuensi nadi awal yaitu 72 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 79 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 26 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 31 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi ada keringat tetapi sedikit. . Pada objek kelima yaitu Feri suhu awalnya adalah 37 oC dan suhu akhirnya adalah 38oC, frekuensi nadi awal yaitu 88 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 125 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 28 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 50 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya ada sedikit keringat menjadi banyak keringat. Pada objek keenam yaitu Desti suhu awalnya adalah 35 oC dan suhu akhirnya adalah 35,2oC, frekuensi nadi awal yaitu 91 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 120 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 26 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 35 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi ada keringat tetapi sedikit. Pada objek ketujuh yaitu Rindi suhu awalnya adalah 35 oC dan suhu akhirnya adalah 36,oC, frekuensi nadi awal yaitu 74 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 95 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 27 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 43 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi banyak. Pada objek terakhir yaitu Lisa suhu awalnya adalah 35,9 oC dan suhu akhirnya adalah 36,3oC, frekuensi nadi awal yaitu 71 kali/menit dan frekuensi nadi akhirnya 94 kali/menit, frekuensi respirasi awalnya 34 kali/menit dan frekuensi respirasi akhirya 49 kali/menit, intensitas keringat yang teramati dari awalnya tidak ada keringat menjadi ada keringat tetapi sedikit.

Melalui penghitungan akan didapatkan interval atau range dari data awal ke data akhir, yang pertama yaitu Linta memiliki range kenaikan suhu 0,3 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 22 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  9 kali/menit. yang kedua yaitu Faisal memiliki range kenaikan suhu 0,8 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 64 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  13 kali/menit. Yang ketiga yaitu Rini memiliki range kenaikan suhu 0,9 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 17 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  16 kali/menit. yang keempat yaitu Dita memiliki range kenaikan suhu 0,1 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 6 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  5 kali/menit. yang kelima yaitu Feri memiliki range kenaikan suhu 1,0 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 37 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  22 kali/menit. yang keenam yaitu Desti memiliki range kenaikan suhu 0,2 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 29 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  9 kali/menit. yang ketujuh yaitu Rindi memiliki range kenaikan suhu 1,0 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 21 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  16 kali/menit.  yang terakhir yaitu Lisa memiliki range kenaikan suhu 0,4 oC, range  kenaikan frekuensi nadi 23 kali/menit, dan range kenaikan frekuensi pernafasan  15 kali/menit.

Setelah mendapatkan data range masing-masing objek, akan di dapat data kenaikan rata-rata. Rata-rata kenaikan suhu dari semua sampel yaitu 0,5875 oC, rata-rata kenaikan frekuensi nadi dari semua sampel yaitu 27,375 kali/menit, rata-rata kenaikan frekuensi pernapasan adalah 13,125 kali/menit. Yang selanjutnya yaitu rata-rata kenaikan hanya dari laki-laki saja. Rata-rata kenaikan suhunya adalah 0,9 oC, rata-rata kenaikan frekuensi denyut nadinya adalah 50,5 kali/menit, rata-rata kenaikan frekuensi pernapasannya adalah 17,5 kali/menit. Adapun rata-rata kenaikan hanya dari wanita saja yaitu, rata-rata kenaikan suhunya adalah 0,483 oC, rata-rata kenaikan frekuensi denyut nadinya adalah 19,66 kali/menit, rata-rata kenaikan frekuensi pernapasannya adalah 11,67 kali/menit

Dari semua data yang dihasilkan, data awal maupun akhir didapatkan hasil yang positif yaitu bahwa semua nominal data yang ada dari awal sampai akhir  relatif meningkat. Hal ini disebabkan oleh suatu sistem dalam tubuh yang membentuk sistem kerja yang menstabilkan, dalam artian apabila sebelum melakukan aktifitas berat suhu tubuh, frekuensi nadi, frekuensi pernapasan berjalan normal serta keringat tidak ada, setelah melakukan aktivitas berat tubuh akan mulai beradaptasi atau menyesuaikan supaya tubuh tetap stabil yaitu dengan cara meningkatkan suhu tubuh, frekuensi detak nadi, frekuensi pernapasan, bahka sampai mengeluarkan keringat untuk menjaga suhu tubuh tetap berada pada range yang aman. Sistem ini diebut sistem regulasi dan homeostasis pada tubuh manusia. Hal ini berlaku untuk keadaan sebaliknya yaitu apabila tubuh tidak sedang melakukan aktifitas maka sistem homeostasis akan menurunkan kerja semua komponen tubuh untuk menyesuaikan keadaan sebagai wujud penstabilan kondisi tubuh pada manusia.

Simpulan.

Dari percobaan kali ini dapat disimpulkan, contoh regulasi pada manusia yaitu:

  • Bertambahnya frekuensi nadi.
  • Bertambahnya frekuensi pernapasan.
  • Bertambahnya suhu.
  • Munculnya keringat.


Daftar pustaka

  • Basoeki, soejono.1999. Fisiologi Manusia.Malang: UNM
  • Paidi.2008.Petunjuk Praktukum Biologi Umum.Yogyakarta: FMIPA UNY
  • Fardiaz, srikandi.1992.Microbiologi.Jakarta: Gramedia
  • Anonym.2009.Jantung dan Fungsinya. Diakses dari wikipedia
  • Anonim.1983.Media Pendidikan Biologi Umum. P2LPTK.Dirjend.Dikti.Depdikbud


4 Responses to “Regulasi dan Homeostasis dalam Tubuh”


  1. 1 lipuz
    Desember 12, 2011 pukul 4:52 am

    terima kasih atas refrensinya, ini merupakan kajian saya untuk dipelajari

  2. 3 lipuz
    Desember 12, 2011 pukul 4:52 am

    terima kasih atas refresinya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


menu

my face

pranoto mongso

Juni 2010
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 21,777 hits

file

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya.


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: