01
Jun
10

KUCING EMAS


KUCING EMAS




KATA PENGANTAR

Rasa syukur penulis sampaikan kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa  karena berkat rahmat dan hidayah-Nya buku ini dapat terselesaikan tanpa suatu halangan apapun. Dalam buku ini akan dibahas mengenai “kucing Emas” atau yang nama ilmiahnya adalah Catopuma temminickii yang merupakan salah satu hewan yang tergolong felis.

Buku ini susun dalam rangka mengenal lebih dekat mengenai Kucing Emas dan sebagai laporan tugas praktikum  mata kuliah “Vertebrata”. Buku ini merupakan hasil laporan studi lapangan mahasiswa Biologi UNY ‘09 ke Museum Biologi UGM dan kebun binatang Gembira Loka. Buku ini diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu referensi untuk membantu pemahaman kita mengenai Kucing Emas.

Penyusun menyadari bahwa dalam menyusun buku ini masih banyak  kekurangan, baik dalam isi maupun susunan buku ini. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca itulah yang kami harapkan. Selain itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang telah membantu penyusunan buku ini sehingga buku ini dapat selesai. Terimakasih.

Yogyakarta, 18 Mei 2010

Penyusun.

BAB I

PENDAHULUAN

Pengantar

yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa dan sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru.

Klasifikasi Vertebrata menurut Janvier (1981, 1997), Shu et al. (2003), dan Benton (2004) adalah sebagai berikut. Tanda “†” dalam penulisan berarti kelompok tersebut sudah punah.

Dari semua kelas dalam kelompok hewan vertebrata tersebut disini akan dibahas mengenai Kucing Emas. Famili/keluarga kucing terdiri dari 5 genus dan 36 spesies yang tersebar luas diseluruh dunia kecuali Australia, Madagaskar, dan India Barat. Fosil – fosil yang ada menunjukkan bahwa Felidae merupakan evolusi dari sejenis musang yang hidup pada zaman Eocene, dan keluarga kucing merupakan bentuk baru dari proses evolusi tersebut. Proses adaptasi keluarga kucing selanjutnya terjadi pada zaman Oligocene sampai sekarang dengan sedikit perubahan.

Pada waktu yang bersamaan, terdapat jenis lain dari keluarga kucing juga berevolusi, dimana prosesnya terus berjalan secara kontinu dari beribu – ribu tahun yang lalu. Proses evolusi tersebut merupakan adaptasi terhadap jenis mangsa yang memiliki pola pergerakan lebih lambat dan ukuran tubuh yang lebih besar. Kucing ini memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan mempunyai bentuk gigi seperti anjing dimana gigi bagian atas sangat panjang. Gigi ini dikenal dengan nama “ Saber-tooth” yang merupakan senjata dari nenek moyang kucing modern ini yang kemudian telah mengalami proses penyempurnaan dan juga efektif untuk membunuh binatang yang lebih kecil yang lincah, sedangkan gigi atas yang panjang menjadi senjata yang ampuh untuk mematikan mangsa dengan ukuran badan lebih besar seperti anak gajah, badak dan tapir. Setelah mengalami proses demi proses evolusi melewati zaman Oligocene, Miocene, Pliocene dan Pleistocene, maka Saber-tooth telah berubah bentuk dan format dan bentuk tubuh dan gigi dari keluarga kucing menjadi seperti kucing yang ada sekarang. Distribusi kucing modern menyebar keseluruh dunia dengan berbagai variasi spesies seperti yang ada saat ini.

Kucing modern memiliki variasi dalam ukuran dan pola warna tubuh, namun terdapat persamaan yaitu pada cara dan metode perburuan terhadap satwa mangsa yakni berjalan mengendap – endap mendekati mangsa kemudian menyerang secara tiba – tiba dengan kecepatan yang tinggi. Kucing mempunyai tubuh yang dapat bergerak luwes, berotot, dengan dada yang gempal dan kepala berbentuk bulat. Bentuk jari dan telapak kaki membuat kucing dapat berjalan lebih cepat dan memiliki kemampuan untuk meredam suara yang ditimbulkan akibat langkah mereka dalam berjalan. Hal ini sangat membantu dalam proses perburuan mereka. Kaki kucing berbulu pada bagian atas telapak/alas kaki sampai pinggul kecuali pada bantalan kaki bawah.

BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Klasifikasi.

Berikut ini adalah taksonomi dari kucing emas:

Kingdom        : Animalia

Phylum           : chordata

Class              : mamalia

Ordo                : Carnivora

Familia           : Felidae

Genus            : Catopuma

Spesies          : Catopuma temminckii

Genus Felis terdiri dari sekitar 29 spesies, yang memiliki area distribusi yang luas, anggota genus ini berbeda – beda dalam ukuran dan warna tubuh, tetapi dari segi anatomi tubuh mereka secara garis besar adalah sama.atas; Kucing Rumah (Felis catus; foto by Santoso)Felidae telah digolongkan dalam beberapa spesies (Pocock, 1917 dalam Legakul and McNeely, 1977). Sebagai contoh, saat ini terdapat 13 genera, dengan 6 diantaranya berada di Thailand, masing-masing genera terdiri dari satu spesies.

Jelaslah bahwa bagaimanapun semua kucing memiliki sistem hubungan yang erat, dan kebanyakan ahli setuju menggolongkannya kedalam genus Felis. Beberapa spesies yang termasuk genus felis adalah Kucing bulu / Marbled cat (Pardeofelis marmorata) dari subgenus Pardeofelis, Kucing Kalimantan / Borneo cat (Felis badius), Kucing hutan / Jungle cat (Felis chaus), Kucing rumah / Domestic cat (Felis catus), Kucing batu / Leopard cat (Felis bengalensis), Kucing ikan / Fishing cat (Felis viverrina) dan Kucing pesek / Flat-headed cat ( Felis flaniceps ) yang masuk kedalam subgenera Prionailurus , Kucing emas / Asian golden cat (Catapuma temminckii), dan Kucing emas afrika / African golden cat (Catapuma aurata) yang digolongkan kedalam subgenera Profelis.

1.2 Deskripsi dan Penjelasan.

Disini akan dibahas mengenai diskripsi tentang hewan tersebut. Asiatic Golden cat atau bahasa latinnya adalah Catopuma temminickii merupakan salah satu jenis kucing langka. Catopuma temminickii dapat ditemukan di Tibet, China, Nepal, India, Mayanmar, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Kucing emas merupakan salah satu jenis satwa yang dilindungi dan diketahui ada di Taman Nasional Batang Gadis, kabupaten Mandailing (Madina), Sumatra Utara. Jenis-jenis kucing emas antara lain Temminck Asia yang berukuran sebesar anjing, dan ada juga yang disebut Fishing Cat (Prionailurus viverinna) yang ditemukan di beberapa bagian dunia, yang ukurannya agak serupa. Berwarna merah, coklat emas, hingga hitam. Merupakan hewan nocturnal, memangsa rodentia, rambut sekitar mata, pipi dan tenggorokan berwarna putih. Memiliki garis-garis warna coklat di sepanjang pipi dan tanda garis hitam di dahi.

Dinamakan kucing emas karena bulunya berwarna keemasan, meskipun mungkin bulunya itu juga tampak berwarna kecoklatan, abu-abu atau merah keemasan cerah. Kucing emas ini berbeda dari kucing pada umumnya. Binatang ini lebih besar dari kucing biasa, Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek. Garis putih yang dibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya. Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya. Berat badannya kurang lebih mencapai 15 kg, dan panjang tubuhnya sekitar 1,3 meter. Jenias-jenis kucing emas antara lain: Temmink Asia yang berukuran sebesar anjing, ada juga yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia, yang ukurannya agak serupa.

Hewan ini dapat ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut. Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif di siang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat.

Usia kucing emas bisa sampai 20 tahun. Kucing ini biasanyamelahirkan dalam bulan Agustus. Setiap kali kucing emas betinamelahirkan, dia bisa melahirkan 1-3 anak kucing. Induk kucing emasmenaruh anaknya di atas pohon, di atas batu, atau di dalam cekungantanah. Anak-anak kucing bermain di siang hari. Yang jantan biasanyaikut bermain dengan anak-anaknya.

Kucing emas kerap disangka macan kumbang oleh masyarakat Sumatra. DiChina, kucing emas disangka macan tutul, kucing batu, atau macan tutulkuning. Malah di Thailand, kucing ini dianggap sebagai pemimpin semua kucing. Karena, suatu suku di Thailand percaya bahwa membawa bulu kucing emas bisa membuat harimau pergi.

Spesies kucing yang hampir punah ini disebabkan karena tempattinggalnya yang telah banyak dirusak manusia. Bisa juga karenabanyaknya pemburu liar yang mengincar bulu kucing emas, dan tulangnya dijadikan obat tradisional kedokteran Asia sebagai pengganti tulangharimau. Kemungkinan lain adalah karena kucing ini hasil pengembangbiakan dari perkawinan silang.

Keberadaannya mulai Langka.

Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya. Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. pada tahun 1996, melalui Photo Trapping, Untuk pertama kalinya berhasil terpotret seekor kucing Emas yang berwarna hitam pekat. Satwa ini dapt ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut. Hidupnya tidak sesoliter jenis kucing yang lain dan sering terlihat bergerak dalam kelompok, keluarga atau berpasangan. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat. Kadang kebanyakan orang menyebutnya dengan sebutan Macan Akar. Karena memang mirip dengan macan tapi bertubuh relatif kecil dan sukanya bergantungan dengan tinggal disela-sela akar pohon besar. Sedikit membingungkan memang, tapi itulah adanya. Masyarakat kita selalu menamakan sesuatu dengan hal yang simple. Bahkan terkesan men-generalkan sesuatu. Istilahnya, kalo bisa dipermudah kenapa dipersulit.

Kucing Emas merupakan jenis yang misterius dan sangat sulit di jumpai saat ini, sedikit sekali pengetahuan mengenai perilaku dan ekologi jenis ini, termasuk populasi mereka di dalam kawasan. Pola hidup satwa ini belum diketahui secara jelas tidak seperti jenis kucing hutan lainnya. Bulu berwarna mulai dari pirang coklat muda sampai hitam. Pada bagian kepala dan bagian bawah ekornya terdapat garis putih yang dapat dilihat dengan mudah. Satwa ini dapat ditemukan mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 2.000 m dari permukaan laut. Umumnya satwa ini bergerak di daratan meskipun mereka pandai memanjat dan aktif disiang hari, meskipun mereka pemburu yang ulung di waktu malam. Lokasi yang diperkirakan merupakan habitatnya adalah Tandai dan Gunung Seblat. Kucing emas ini hidup tersebar dari daerah Tibet, Nepal, Cina, Burma, Thailand sampai Indocina, Malaysia, dan Sumatera. Ciri-ciri lain dari kucing emas ini memiliki berat rata-rata untuk ukuran kucing dewasa jenis tersebut sekitar 8-12 kg dengan panjang dari kepala sampai ekor mencapai 1,2 meter. Sebagaimana saudaranya kucing biasa, binatang ini kadang-kadang terlihat belang-belang tanpa menghilangkan warna spesifiknya. Binatang ini agak panjang dibanding dengan kucing biasa dan tidak pernah ditemui dengan warna hitam seluruhnya. Bagian belakang bundaran telinganya ada garis hitam pendek. Garis putih yang dibatasi warna putih terdapat di pipinya, yang muncul dari sudut bagian dalam matanya. Bagian perutnya selalu berwarna lebih terang dibanding bagian pinggulnya. Lebih besar dari sepupunya dari Afrika, kucing emas Temminck Asia berukuran sebesar anjing. Ada lagi yang disebut Fishing Cat yang ditemukan di beberapa bagian dunia lainnya, yang ukurannya juga agak serupa.

BAB III

PENUTUP

Simpulan.

Dari hasil studi lingkungan yang dilaksanakan di Museum Biologi dan kebun binatang Gembira Loka kemarin dapat disimpulkan bahwa:

  • Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Kucing Emas termasuk didalamnya.
    • Berikut ini adalah taksonomi dari kucing emas:

Kingdom        : Animalia

Phylum           : chordata

Class              : mamalia

Ordo                : Carnivora

Familia           : Felidae

Genus            : Catopuma

Spesies          : Catopuma temminckii

Daftar Pustaka.

Profile penulis:

  • Nama                                       : Mahfudz
  • NIM                                          :09304244008
  • Prodi                                         : pend. Biologi Swa
  • Alamat asal & sekarang       : Prambanan, Klaten.
  • Pesan dan kesan                    : elek yo ben, penting urip
  • e-mail                                       : slamet.cb73@gmail.com


0 Responses to “KUCING EMAS”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


menu

my face

pranoto mongso

Juni 2010
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 39,301 hits

file

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: