02
Jun
10

AVERTEBRATA


AVERTEBRATA

Pendahuluan.

Ilmu yang mempelajari tentang hewan atau zoology (Yunani, zoon=hewan + logos= Ilmu) merupakan bagian dari biologi. Biologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam, makauntuk pengembangan zoology atau pemecahan masalah-0masalah Zoologi perlu mengembangkan cara pemecahan ilmiah. Langkah-langkah metode ilmiah: mengobservasi, mempersoalkan, membuat hipotesis, melakukan eksperimen, dan menyusun teori.

Keberadaan hewan-hewan di muka bumi ini sangat beragam. Keberagaman inilah yang hendaknya di pelajari sebagai obyek yang diharapkan dapat diambil fungsi dan manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia. Semua hewan yang ada di muka bumi ini berasal dari hewan-hewan pada zaman Archeozoicum yang hidup di dalam air. Hal ini dapat kita lihat darifosil-fosil yang dijumpai. Sebagian dari hewan tersebut dalam perkembangannya pindah ke darat, tetapi sebagian tetap di laut atau air, misalnya beberapa kelompok Coelenterata sebaliknya semua Filum Echinodermata masih hidup di laut.

Bila kita bandingkan antara habitat air dan habitat darat, maka habitat air lebih seragam, baik dalam kadar oksigen atau salinitasnya. Kadar garam air laut antara 34-6 bagian per residu atau 3,4-3,6%, tergantung letak dalam garis lintang bumi. Var iasi sinart dan suhu sangat besar tergantung pada kedalaman air, sehingga kondisi habitat tidak seragan dalam air, padahal 71% permukaan bumi berupa air . batas pulau atau benua  dengan laut adalah pesisir yang klandai yang mencapai kedalaman antara 150-200 m, kemudian menjorok kedalam mencapai kedalaman 3000-5000 m lebih, sampai didasar laut. Dengan perbedaan kedalaman itun terbentuklah habitat yang berbeda, maka hewan yang ada di lingkunghan itu berbeda-beda pula.

Pada saat ini para ahli Zoologi telah berhasil mendeskripsikan kurang lebih satu juta spesies hewan yang ada dimuka bumi dan kurang lebih 5% mempunyai tulang belakang yang terkenal sebagai Vertebrata. Sisa hewan yang ada 95% merupakan hewan yang tidak bertulang belakang (Avertebrata).

Di dalam dunia hewan  telah diketahui bahwa Avertebrata dibedakan atas dua golongan, Yaitu terdiri dari satu sel dan banyak sel, Yang akan dibahas dalam laporan ini yaitu Avertebrata bersel tunggal.

Pembahasan.

Salah satu hewan Avertebrata bersel tunggal yaitu amoeba. Amoeba ada yang dibungkus cangkang atau tanpa cangkang (tekanjang). Amoeba telanjang dari genus Amoeba dan Pelomyxta bentuknya simetris dan bentuk ini selalu berubah. Sebaliknya amoeba becangkang memperlihatkan simetris di bagian luarnya.

“Sitoplasma terbagidalam ekto an endo plasma, pseudopodia adayang tipe lobopodia (pada amoeba telanjang) atau tipe filopodia (pada amoeba bercangkang). Padalobopodia, penjuluran lebih besar dan mengandung ekto dan endoplasma, sedangkan pada filopodialebih kecil dan hanya tersusun dari ektoplasma“. (Barnes. 1987:157)

Cangkang berasal dari sekresi sitoplasma berupa silika atau kitin, atau dari materi luar yang melekat. Amoeba melekat pada dinding dalam cangkang dengan perantara pennjuluran protoplasma. Cangkang selalu memilik bidang terbuka untuk penjuluran sitoplasma, dan karenanya bentuk cangkang sering mirip helm/topi.

Menurut Haris (1992:53)“Amoeba hidup di lumpur-lumpur di bagian dasar kolam, sawah, sungai, danau atau atempat-tempat lain yang berair dan mengandung banyak sisa-sisa organisme“.

Susunan tubuh amoeba bersifat monoseluler, sedangkan bentuk tubuhnya tidak tetap, selalu berubah-ubah menurut  keadaan. Protoplasmanya terdiri dari beberapa lapisan, yaitu plasmolema, ektoplasma, dan endoplasma.

Hewan ini bernapas dengan cara mengambil oksigen melalui permukaan tubuhnya derngan cara difusi. Sari makanan dioksidasikan derngan oksigen, yang akhirnya menghasilkan energi.

Pergerakanya: Amoeba bergerak dengan menjulurkan kaki semu (pseudopodia), dan gerakanyadisebut gerak amoeboid.

Perkembangbiakan: dengan cara membelah diri, yaitu dimulai pembelahan inti, kemudian diikuti sitoplasmanya. Pembiakan ini berlangsung jika keadaan memburuk akan membentuk kiste. (Engeman. 1981:206). Pembentukan kiste ini dimaksudkan agar terus dapat hidup meskipun keadaan memburuk. Keadaan hidup demikian disebut “hidup latent“.

Simpulan.

Dari uraian di atas dapat diambil  kesimpulan bahwa:

  1. Amoeba merupakan hewan Avertebrata bersel tunggal.
  2. Amoeba ada yang becangkang dan ada yang tidak bercangkang.
  3. Bentuk tubuh amoeba tidak tetap.
  4. Amoeba bergerak dengan kaki semu (pseudo-podia), dan gerakanya disebut amoeboid.
  5. Perkembangbiakan amoeba dengan cara membelah diri.

Daftar Pustaka.

  • Barnes, R.D. 1987. Invertebrete Zoologi. New York: Sounders College Publising
  • Engenman, dan Hegner. 1981. Invertebrete Zoologi. New York: Sounders College Publising
  • Haris, CL. 1992. Consepts in Zologi. New York: Sounders College Publising
  • Samsul.2001. Lingkungan Biotik Minor. Diakses dari  saintinguiry.com pada tanggal 22 Des 2009
  • Tikno.2003. Avertebrata For Live. Di akses dari wikipedia  pada tanggal 22 Des 2009


0 Responses to “AVERTEBRATA”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


menu

my face

pranoto mongso

Juni 2010
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Blog Stats

  • 39,301 hits

file

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 4 pengikut lainnya


%d blogger menyukai ini: